Kepala Bapenda Kota Tangerang Bagikan Praktik Kepemimpinan Pelayanan dalam Studi Lapangan PKP BKN melalui Daring
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Tangerang, Dr. H. Kiki Wibhawa, AP., M.Si., menjadi salah satu narasumber dalam kegiatan Studi Lapangan Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) Tahun 2026 di lingkungan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Badan Kepegawaian Negara (BKN) yang dilaksanakan secara virtual, Jum'at (28/8/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Kiki menyampaikan materi “Kepemimpinan dalam Pelayanan: Membangun Pelayanan Publik yang Profesional, Adaptif, dan Berorientasi pada Masyarakat.” Ia menekankan bahwa kepemimpinan dalam pemerintahan bukan sekadar menjalankan kewenangan, tetapi bagaimana pemimpin mampu menggerakkan organisasi untuk memberikan manfaat nyata kepada masyarakat.
"Kepemimpinan bukan sekadar kewenangan atau jabatan. Pemimpin harus mampu memberikan arah, membangun lingkungan kerja yang mendukung pelayanan, dan menggerakkan organisasi untuk menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat," ujar Kiki.
Menurutnya, meningkatnya ekspektasi masyarakat terhadap pelayanan pemerintah menuntut organisasi untuk menghadirkan layanan yang cepat, mudah, jelas, transparan, dan memberikan kepastian. Karena itu, paradigma kepemimpinan juga perlu bergeser dari sekadar memerintah menjadi menggerakkan, mengawasi menjadi memberdayakan, serta bekerja sendiri menjadi membangun kolaborasi dan inovasi.
Dalam kesempatan tersebut, Kiki turut membagikan pengalaman Bapenda Kota Tangerang dalam mengembangkan inovasi pelayanan, antara lain melalui digitalisasi layanan PBB-P2, integrasi multi-channel payment, WhatsApp Blast, dan BPHTB Online. Berbagai inovasi tersebut dikembangkan untuk menyederhanakan proses, memperluas akses, serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
"Teknologi adalah alat, bukan tujuan. Digitalisasi harus membuat pelayanan lebih sederhana dan mudah diakses. Keputusan juga semakin perlu didukung oleh data, sementara sistem harus memperkuat transparansi dan akuntabilitas," tegasnya.
Kiki juga mendorong para peserta PKP untuk mampu membaca perubahan dan menjadikan berbagai tantangan sebagai peluang untuk melakukan perbaikan. Menurutnya, perubahan dapat dimulai dari persoalan nyata di unit kerja, melalui langkah sederhana yang berdampak, dengan melibatkan tim dan stakeholder serta mengukur hasilnya.
Ia menambahkan, pelayanan publik tidak dapat berjalan sendiri. Kolaborasi antarunit, antarinstansi, masyarakat, dan dunia usaha menjadi bagian penting dalam menghadapi tantangan pelayanan yang semakin kompleks.
Menutup pemaparannya, Kiki menegaskan bahwa keberhasilan pemimpin pelayanan pada akhirnya diukur dari dampak yang dihasilkan bagi masyarakat.
"Keberhasilan seorang pemimpin pelayanan bukan hanya dilihat dari seberapa baik ia mengelola organisasi, tetapi dari seberapa besar perubahan dan manfaat yang dirasakan oleh masyarakat," pungkas Kiki.