\

Kiki Wibhawa : Super Team Jadi Kunci Optimalisasi Pendapatan Daerah

Upaya meningkatkan kualitas pengelolaan pajak daerah tidak hanya bergantung pada kemampuan teknis individu, tetapi juga kolaborasi dan sinergi antarpegawai. Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Tangerang, H. Kiki Wibhawa, saat menjadi narasumber dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Penilaian Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) Bumi dan Pemutakhiran Zona Nilai Tanah (ZNT) Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2)yang digelar di Kota Tangerang, Kamis (11/6/2026), dan diikuti 30 pegawai Bapenda Kota Tangerang.


Dalam kesempatan tersebut, Kiki mengangkat tema "Super Team Bapenda" sebagai fondasi dalam mewujudkan pengelolaan pendapatan daerah yang semakin efektif dan berkelanjutan.


Ia menjelaskan, tantangan pengelolaan pendapatan daerah saat ini semakin kompleks, mulai dari tuntutan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), perkembangan teknologi digital, perubahan regulasi, hingga ekspektasi masyarakat yang semakin tinggi terhadap pelayanan publik. Di sisi lain, tantangan internal seperti integrasi data, komunikasi antarbidang, dan peningkatan kompetensi sumber daya manusia juga perlu terus diperkuat.


"Target pendapatan daerah yang besar tidak mungkin dicapai oleh satu orang atau satu bidang saja. Dibutuhkan kolaborasi seluruh unsur dalam organisasi. Tidak ada superman dalam organisasi, yang ada adalah super team," ujar Kiki.


Menurutnya, keberhasilan organisasi akan tercapai ketika seluruh pegawai memiliki visi yang sama, saling percaya, terbuka dalam berkomunikasi, serta mampu berkolaborasi untuk mencapai tujuan bersama. Ia menegaskan, keberhasilan pengelolaan PBB-P2 maupun BPHTB sangat ditentukan oleh keterhubungan data dan koordinasi antarbidang.


"Ketika masing-masing bidang bekerja sendiri-sendiri, potensi pendapatan bisa terlewat. Namun ketika seluruh data terintegrasi dan setiap unsur bekerja dalam satu tujuan yang sama, maka kualitas pelayanan meningkat dan potensi pendapatan daerah dapat dioptimalkan," katanya.


Kiki juga menyoroti pentingnya membangun budaya kerja yang mengedepankan kepentingan organisasi dibanding kepentingan sektoral. Menurutnya, perubahan pola pikir dari 'bidang saya' menjadi 'Bapenda kita' menjadi salah satu kunci dalam menciptakan organisasi yang adaptif dan berorientasi pada hasil.


Dalam pemaparannya, ia menyebutkan lima pilar utama Super Team Bapenda, yakni data yang akurat, komunikasi yang efektif, kolaborasi lintas bidang, pemanfaatan teknologi, serta budaya kinerja yang kuat. Kelima aspek tersebut menjadi fondasi dalam mendukung pengelolaan pajak daerah yang modern dan profesional.


"Data yang akurat harus menjadi dasar dalam setiap pengambilan keputusan. Begitu juga pemanfaatan teknologi dan sistem informasi yang mampu mendukung proses penilaian, pengawasan, hingga pelayanan kepada masyarakat secara lebih cepat dan tepat," ungkapnya.


Melalui kegiatan bimtek ini, Kiki berharap seluruh peserta tidak hanya memperoleh pemahaman teknis terkait penilaian NJOP dan pemutakhiran ZNT, tetapi juga mampu membangun semangat kolaborasi dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.


"Jika ingin berjalan cepat, kita bisa berjalan sendiri. Namun jika ingin mencapai tujuan besar dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, maka kita harus berjalan bersama sebagai satu tim," tutupnya.


Bimtek tersebut menjadi bagian dari komitmen Bapenda Kota Tangerang dalam meningkatkan kapasitas aparatur sekaligus memperkuat sinergi internal guna mendukung optimalisasi pendapatan daerah dan pelayanan publik yang semakin berkualitas.

BERITA LAINNYA

11 Jun 2026 14:51

Relaksasi PBB dan BPHTB

11 Jun 2026 14:51

Himbauan Pelayanan Online