Transaksi Digital Jadi Kunci, Pemkot Tangerang Optimistis PAD Terus Meningkat
Wakil Wali Kota Tangerang, H. Maryono, mendorong percepatan transaksi digital sebagai langkah strategis dalam mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), seiring keberhasilan Kota Tangerang yang mencatatkan realisasi PAD Tahun 2025 melampaui target.
Dorongan tersebut disampaikan H. Maryono saat membuka rapat evaluasi capaian PAD Triwulan IV Tahun 2025 yang dirangkaikan dengan High Level Meeting (HLM) Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD), di Ruang Rapat Sekretaris Daerah, Rabu (4/2). Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta pemangku kepentingan terkait.
Menurut Wakil Wali Kota, capaian positif PAD merupakan hasil sinergi dan kerja keras seluruh OPD. Namun demikian, ia menegaskan bahwa peningkatan target PAD di Tahun 2026 menuntut adanya penguatan sistem dan inovasi, khususnya melalui digitalisasi transaksi pemerintah daerah.
"Alhamdulillah, capaian PAD Tahun 2025 melampaui target. Ini menunjukkan kinerja pengelolaan pendapatan daerah berjalan dengan baik. Ke depan, dengan target yang ada, penguatan transaksi digital menjadi salah satu kunci utama," ujar H. Maryono.
Ia menambahkan, transaksi non-tunai tidak hanya memberikan kemudahan bagi masyarakat, tetapi juga berdampak langsung pada transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah.
"Oleh karena itu, kepada OPD pengelola PAD untuk terus memperluas penerapan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD)," tuturnya.
Sementara itu, Kepala Bapenda Kota Tangerang, Kiki Wibhawa, memaparkan bahwa realisasi pajak daerah sepanjang Tahun 2025 mencapai Rp2,72 triliun atau 100,38 persen dari target, sedangkan retribusi daerah mencatatkan pertumbuhan signifikan sebesar 107,77 persen atau senilai Rp293,9 miliar.
"Capaian ini menjadi modal penting bagi Pemerintah Kota Tangerang untuk terus meningkatkan kinerja PAD. Digitalisasi pembayaran pajak dan retribusi terbukti berkontribusi terhadap kemudahan layanan sekaligus peningkatan kepatuhan wajib pajak," jelas Kiki Wibhawa.
Ia menambahkan, Bapenda bersama OPD terkait terus mendorong perluasan kanal pembayaran digital, serta memperkuat sinergi dengan perbankan dan perangkat daerah lainnya agar implementasi ETPD dapat berjalan lebih optimal dan merata.
Sebagai langkah menghadapi Tahun 2026, Pemerintah Kota Tangerang juga telah menyiapkan sejumlah strategi, di antaranya penguatan sinergi opsen pajak dengan pemerintah provinsi, optimalisasi retribusi melalui kemitraan layanan, pemberian insentif fiskal yang terukur, serta kewajiban inovasi pelayanan publik berbasis digital.
"Dengan perencanaan yang matang, kolaborasi lintas sektor, dan pemanfaatan teknologi digital secara maksimal, kami optimis target PAD Tahun 2026 dapat tercapai dan memberikan dampak positif bagi pembangunan Kota Tangerang," Kepala Bapenda